Wajibkah Mewariskan Harta Kekayaan kepada Anak?
Orang tua kerap terbelah antara mewariskan harta dan membiarkan anak membangun jalannya sendiri. Berikut pandangan seorang perencana keuangan mengenai prioritas yang seharusnya.
Tumpukan uang rupiah untuk ilustrasi warisan dan harta keluarga
Wajibkah Mewariskan Harta Kekayaan kepada Anak?
Hampir semua orang memiliki pola pikir yang serupa mengenai hubungan antara anak dan orang tua. Sejak anak lahir dan dibesarkan, orang tua umumnya mengasihi anaknya dan rela memberikan segala bentuk dukungan dan perlindungan demi kenyamanan sang anak. Umumnya, timbal baliknya adalah anak dituntut untuk juga mengasihi, menghormati, dan menaati orang tuanya.
Namun ketika anak sudah dewasa dan mampu membangun karier, memiliki penghasilan, serta memegang tanggung jawab sebagai individu yang produktif di lingkungannya, muncul perbedaan pola pikir yang cukup signifikan di antara para orang tua. Kubu pendapat pertama adalah orang tua yang merasa wajib menyediakan warisan harta bagi anaknya, sedangkan kubu kedua adalah orang tua yang merasa bahwa anak perlu berjuang sendiri untuk membangun hidupnya secara mandiri. Kedua pola pikir ini tidak selalu berkaitan dengan tingkat kesejahteraan orang tua maupun anaknya; ada saja orang tua dengan kondisi finansial pas-pasan, meski anak dewasanya sudah cukup mapan secara keuangan, yang tetap merasa perlu mewariskan harta kepada anaknya.
Bagi kubu orang tua yang tidak merasa perlu mewariskan harta, dasar pemikirannya cukup jelas: seorang anak dewasa yang mampu bekerja diharapkan dapat mendanai atau memperjuangkan kebutuhan hidupnya sendiri, sehingga konsep "menerima warisan" hanya menjadi bonus atau keberuntungan jika terjadi. Sementara itu, orang tua yang merasa perlu mewariskan harta pada anaknya seringkali beralasan bahwa kemampuan memberi warisan adalah sebuah kebanggaan, atau sebagai cara memastikan anaknya dapat hidup dengan nyaman. Ada pula pandangan bahwa janji warisan berfungsi sebagai semacam "asuransi" untuk memastikan anak akan merawat orang tuanya di usia lanjut.
Apa pun pendapat yang dipegang terkait warisan, Budi Raharjo, seorang perencana keuangan dari One Shildt Consulting, menyampaikan sebuah pedoman yang baik bagi para orang tua: bahwa memberikan warisan sebaiknya tidak menjadi beban, karena pada dasarnya harta warisan bersifat sisa — barulah jika ada dana lebih setelah kebutuhan sendiri tercukupi, dana tersebut dapat menjadi harta warisan.
Pendanaan Hidup di Masa Usia Lanjut
Dalam merencanakan pendanaan hidup di masa usia lanjut, orang tua pun perlu berpegang pada filosofi ini. Seumur hidupnya, orang tua telah bekerja dan mungkin berkorban untuk mendidik dan membesarkan anaknya agar dapat menjadi seorang dewasa yang mandiri. Ketika anak sudah dewasa, tanggung jawab orang tua untuk mendukung kebutuhan finansial anak pun sudah berlalu. Jika orang tua membutuhkan dana atau hartanya sendiri untuk membiayai kebutuhan hidupnya, maka itulah yang seharusnya menjadi prioritas.
Seorang anak yang bertanggung jawab juga sepatutnya berpegang pada prinsip ini, terutama jika orang tuanya sudah tidak mandiri dalam mengatur keuangan atau membuat keputusan sendiri. Dengan harta yang telah dihibahkan atau akan diwariskan, anak perlu rela menggunakannya untuk memberikan kualitas hidup terbaik bagi orang tuanya.
Sebagai penyedia jasa hunian dan layanan bagi warga senior, RUKUN Senior Living menyadari betul tantangan yang dihadapi seorang senior dan keluarganya dalam menentukan dan memutuskan pelayanan terbaik untuk menunjang kualitas hidupnya. Dengan ragam opsi dan kombinasi jasa yang tersedia, senior dan/atau keluarganya dapat merancang layanan yang sesuai dengan kebutuhan hidup senior maupun kebutuhan keluarga. Di antaranya:
- The Villas, menyajikan opsi villa khusus usia 50+ yang dapat dibeli dengan kepemilikan HGB sehingga nilai asetnya dapat diwariskan.
- RUKUN Senior Living Resort, hunian resort apartemen dengan opsi sewa bulanan/tahunan, maupun skema pembayaran "Live Free" di mana biaya tinggal sehari-hari ditanggung seumur hidup dengan jaminan deposito yang kemudian dikembalikan sepenuhnya.
- RUKUN Senior Care, sarana hunian dan layanan dukungan tinggi terkait demensia maupun kebutuhan fisik, yang juga menyajikan opsi pembayaran bulanan maupun "Live Free".
Bagi warga senior yang tinggal di rumah sendiri atau bersama keluarga, tersedia:
- RUKUN Senior Club (Klub Lansia) bagi warga senior yang mandiri untuk mengikuti kegiatan sepanjang hari.
- Dementia Day Program, rangkaian kegiatan dan interaksi harian bagi senior dengan demensia untuk mengoptimalkan kesehariannya. Tersedia di Darmawan Park, Sentul, dan Dementia Support Center, Cipete.
- RUKUN Home Care bagi senior yang membutuhkan pelayanan caregiver profesional di rumah (layanan di area JaBoDeTaBek).
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 021 8795 1525 atau kunjungi www.rukunseniorliving.com.
RUKUN Senior Living
Kawasan Darmawan Park
Jl. Babakan Madang No. 99
Sentul Selatan – Bogor 16810
Telp. 021 8795 1525
Facebook: RUKUNSeniorliving
Instagram: @rukunseniorlivingindonesia
Referensi:
lampung.tribunnews.com
Tidak ada kewajiban mutlak. Sebagian orang tua merasa perlu mewariskan harta, sementara sebagian lain merasa anak dewasa yang mampu bekerja sebaiknya membangun hidupnya sendiri secara mandiri.
Menurut Budi Raharjo dari One Shildt Consulting, memberikan warisan sebaiknya tidak menjadi beban, karena harta warisan pada dasarnya bersifat sisa setelah kebutuhan sendiri tercukupi.
Prioritas utama orang tua adalah membiayai kebutuhan hidupnya sendiri di usia lanjut, karena tanggung jawab mendukung kebutuhan finansial anak umumnya sudah berakhir setelah anak menjadi dewasa dan mandiri.
Anak yang bertanggung jawab sebaiknya rela menggunakan harta yang telah dihibahkan atau diwariskan untuk memberikan kualitas hidup terbaik bagi orang tuanya, terutama jika orang tua sudah tidak mandiri mengatur keuangannya.
The Villas menyajikan opsi villa khusus usia 50+ yang dapat dibeli dengan kepemilikan HGB, sehingga nilai asetnya dapat diwariskan kepada ahli waris.