Manfaat Senam Jantung Sehat untuk Senior
Cukup 30 menit senam jantung sehat, 3 kali seminggu, dapat membantu senior memperbaiki denyut nadi, aliran darah, dan metabolisme guna mencegah penyakit jantung.
Infographic manfaat senam jantung sehat background berwarna kuning
Manfaat Senam Jantung Sehat untuk Senior
Jantung merupakan organ yang sangat vital bagi setiap orang — organ tubuh yang terdiri dari kumpulan otot yang berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh. Memiliki jantung sehat adalah dambaan setiap senior, bahkan setiap orang. Salah satu cara untuk menjaga kesehatan jantung adalah dengan rutin dan teratur melakukan senam jantung sehat. Manfaat senam jantung sehat bagi senior antara lain membantu terhindar dari penyakit jantung koroner, stroke, dan penyakit berbahaya lainnya, sekaligus mendukung aktivitas sehari-hari agar lebih produktif.
Setiap orang perlu menjaga kesehatan jantung, terlebih setelah memasuki usia senior. Menurunnya kemampuan dan kesehatan di usia senior adalah hal yang lumrah dialami setiap orang. Namun, bukan berarti hal tersebut tidak dapat ditunda atau diperlambat. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan bagi senior yang masih aktif, salah satunya adalah senam jantung sehat.
Gerakan senam jantung sehat dirancang khusus dengan tujuan menjaga kesehatan jantung agar dapat memenuhi kebutuhan oksigen secara maksimal di dalam tubuh. Setelah mengetahui gerakannya, senam jantung sehat ini dapat dilakukan sendiri di rumah, idealnya sebanyak 3 kali seminggu dengan durasi 30 menit, agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal.
Berikut beberapa manfaat senam jantung sehat.
Memperbaiki Denyut Nadi
Manfaat pertama senam jantung sehat bagi senior adalah memperbaiki denyut nadi. Denyut nadi merupakan salah satu komponen penting yang menunjukkan kesehatan jantung. Senam jantung sehat bertujuan memperbaiki denyut nadi ini sehingga kesehatan jantung lebih terjaga.
Melancarkan Aliran Darah
Seiring berkurangnya kemampuan fisik para senior, melancarkan aliran darah menjadi sangat penting demi menjaga kesehatan jantung, karena dapat membantu mencegah penyakit jantung, stroke, dan beberapa penyakit lainnya. Dengan lancarnya aliran darah, penyumbatan pembuluh darah akibat timbunan lemak dan kolesterol juga dapat lebih terkendali, tentunya dengan tetap memperhatikan pola makan.
Memperbaiki Metabolisme Tubuh
Dengan kondisi tubuh yang lebih bugar, metabolisme tubuh juga akan membaik. Bagi seseorang yang ingin mencegah serangan jantung sejak dini, olahraga ini sebaiknya dilakukan secara rutin dan teratur. Namun, tetap perlu diperhatikan kondisi fisik masing-masing senior yang tentunya berbeda-beda, dan intensitasnya dapat disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.
Senam Jantung Sehat di RUKUN Senior Living
Catatan: kegiatan berikut merupakan acara yang telah berlangsung pada Januari 2020 dan tidak lagi aktif; informasi ini dipertahankan untuk konteks historis.
RUKUN Senior Living kembali menyelenggarakan senam jantung sehat secara gratis dan terbuka untuk umum. Kegiatan ini diadakan di lapangan RUKUN Senior Living yang beralamat di Kawasan Darmawan Park, Jl. Babakan Madang No. 99, Sentul Selatan – Bogor, pada tanggal 27 Januari 2020 mulai pukul 9 pagi, dengan harapan dapat membantu warga masyarakat lebih peduli terhadap kesehatannya.
RUKUN Senior Living
Kawasan Darmawan Park
Jl. Babakan Madang No. 99
Sentul Selatan – Bogor 16810
Telp. 021 8795 1525
Facebook: RUKUNSeniorLiving
Instagram: @rukunseniorlivingindonesia
Manfaat utamanya meliputi memperbaiki denyut nadi, melancarkan aliran darah, dan memperbaiki metabolisme tubuh, sehingga membantu mencegah penyakit jantung koroner dan stroke.
Idealnya dilakukan sebanyak 3 kali seminggu dengan durasi 30 menit agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal.
Ya. Setelah mengetahui gerakannya, senam jantung sehat dapat dilakukan sendiri di rumah tanpa perlu peralatan khusus.
Karena seiring berkurangnya kemampuan fisik pada usia senior, aliran darah yang lancar membantu mencegah penyakit jantung dan stroke, serta membantu mengendalikan penyumbatan pembuluh darah akibat lemak dan kolesterol.
Tidak. Kondisi fisik setiap senior berbeda-beda, sehingga intensitas latihan perlu disesuaikan dengan kemampuan masing-masing individu.